TVXQ5!

TVXQ5!
Rising Gods of the East

Monday, December 9, 2013

Hari ke-4

Beberapa tahun kemudian, aku tumbuh menjadi anak yang dikenal cengeng. Karena rumah yang dbangun orangtuaku sudah jadi, aku lebih sering berada di rumah dan tidak lagi seing berkunjung ke rumah nenek (dari ibu). Rumah baruku memang berada di timur rumah keluarga bapakku meski. Meski begitu, aku tidak terlalu akrab dengan keluarga dari bapak berbeda dengan keakrabanku dengan keluarga dari ibu. Sejak aku menetap di rumah baru, aku mulai sering bermain dengan teman-teman sebayaku. Laki-laki dan perempuan sebayaku memang banyak di lingkungan itu dan cukup membuatku senang. Beruntungnya, permainan laki-laki dan perempuan masih diperbolehkan di sana. Maksudku, sekalipun aku perempuan, aku masih bisa bermain dengan laki-laki. Tertawa dan menangis karena mereka bukanlah hal asing bagiku. Aku menyayangi teman-teman kecilku hingga saat ini… *** Malam ini adalah malam takbiran yang tidak akan kulupakan selamanya. Sejak matahari terbenam, aku dan teman-temanku sudah berkumpul di depan masjid. Kami berencana untuk menyalakan kembang api bersama-sama. Hal ini tidaklah asing bagi kami yang memang hobi bermain, apalagi saat orangtua kami sedang mengaji, kami justru bermain dan membuat keramaian di tepi jalan. Hehehe… Mas Sugeng dan Mas Dimas, teman tertua dalam grup kami, datang dan membawa beberapa kembang api di tangan mereka. Melihatnya, aku dan beberapa temanku bersorak gembira. Kami segera menghampiri kedua laki-laki yang terpaut tiga sampai empat tahun lebih tua dariku. Meminta kembang api dan menyalakannya di barat teras rumahku. Kebetulan di sana ada pohon mangga yang sangat besar dan beberapa tanaman lainnya. Berteriak, tertawa, sambil mengmandangkan takbir adalah yang kami lakuakn malam itu. Aku tidak tahu bahwa malam itu akan menjadi malam yang sangat berarti bagiku, dalam pertemanan kami. Hal-hal kecil saja sudah menjadi hiburan tersendiri bagi kami. Seperti kembang api yang dilempar ke atas dan menyangkut di ranting pohon hingga kulit tanganku yang hamper terbakar saat menyalakan kembang api. It’s an unforgettable memory…
Thanks to: Mas Sugeng, Mas Dimas, Mas Fauzi, Mas Kris, Mas Hendrii, dan Mbak Heni (mereka semua teman-teman yang lebih tua dariku). Juga Mbak Nur, Diky, Linda, Hafis, dan Endah (kami teman seangkatan) yang menemani masa-masa kecilku.

No comments:

Post a Comment